Selasa, 09 Mei 2017
Kamis, 20 Maret 2014
HIKMAT
HIKMAT
(Ir. Roland Hutajulu)
Tetapi oleh Dia kamu berada dalam
Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan
dan menguduskan dan menebus kita. (I Korintus 1, 30)
Saudara
yang kekasih, di dalam kamus bahasa indonesia, hikmat itu diartikan adalah
bijak, arif, dan juga hikmat itu diartikan adalah sakti.
Hikmat
dapat kita defenisikan, yaitu suatu kemampuan yang dimiliki seseorang berupa
pengetahuan yang dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi, dan dia juga
mempunyai kemampuan untuk menindaklanjuti atau melaksanakan pengetahuan yang
dimilikinya tersebut menjadi solusi penyelesaian persoalan dimaksud.
Saudara
kekasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, Hikmat kadang-kadang sulit kita pahami,
apakah hikmat itu harus selalu lurus, jujur dan penuh kebenaran, karena ada
hikmat ketika disimak lebih dalam, kelihatannya bertentangan dengan ketentuan
dan peraturan yang berlaku. Sebagai contoh; ketika Salomo harus menetapkan
siapa ibu dari seorang bayi yang sedang diperebutkan oleh dua orang ibu yang
saling berseteru, Salomo menempuh kebijakan yang melanggar hukum taurat yaitu
dengan mengucapkan kata “bunuh” yang kita tahu bahwa membunuh tidak
diperbolehkan dalam hukum taurat.
Berdasarkan
kisah bayi yang diperebutkan oleh dua orang ibu tadi, dalam prosesnya ketika
hikmat itu dipergunakan untuk menentukan keputusan yang adil, terkadang
ketentuan hukum dan normatif harus di langgar terlebih dahulu untuk mengetahui
siapa yang benar, siapa yang salah dalam sebuah kasus, sehingga melalui kebijakan
atau hikmat tersebut, menjadi terlihat dengan jelas masalah apa yang
sesungguhnya terjadi dalam kasus atau persoalan yang di hadapi.
Saudara
yang kekasih dalam Yesus Kristus,
I
Korintus 1, 30, yang menjadi perikop kita saat ini, dinyatakan bahwa kita yang
berada dalam Yesus Kristus, oleh Allah, menjadi hikmat bagi kita. Didalam Kitab
Yohanes disebut bahwa Yesus Kristus adalah Firman Allah (Yohanes 1, 14) yang oleh
rasul Paulus menjadi hikmat bagi kita. Oleh karena itu kita yang sudah menerima
atau berada dalam Yesus Kristus adalah orang yang berhikmat, yang punya
kemampuan untuk mengatasi segala persoalan yang datang kepada kita.
Allah yang
telah memberikan AnakNya yang Tunggal Yesus Kristus menjadi hikmat bagi kita, yang
tentunya disaat kita memiliki masalah, kita dimampukan oleh Tuhan Allah untuk
menyelesaikan persoalan hidup kita. tanpa ragu-ragu, dan tanpa ketakutan.
Berbicara
mengenai hikmat, kalau kita simak didalam kitab Korintus, ternyata hikmat dapat
juga berasal dari dunia ini, pemahaman dunia dalam hal ini adalah dari penguasa
kegelapan. Oleh karena itu kita harus ekstra hati-hati untuk menafsirkan hikmat
yang diperhadapkan pada kita, apakah hikmat tersebut adalah dari Dunia ini atau
dari Tuhan Allah, sebab perbedaan hikmat dimaksud cukup tipis. Didalam Lukas 7,
35, dikatakan bahwa Hikmat harus dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.
Ilustrasi
ini, mungkin dapat memberi pemahaman bagi anda seperti apa hikmat dari Allah dan
hikmat dari Dunia ini;
Suatu
waktu seorang bapak pergi kepasar dengan menaiki sepeda, hendak membeli buah
semangka, seperti biasanya penjual semangka selalu menggangtungkan contoh
semangka yang sudah dibelah di tempat penjualannya. Sudah barang tentu barang
contoh yang dipajang adalah semangka yang terbaik, buahnya segar dan warnanya
memikat. Si bapak meminta pada penjual semangka, bahwa ia ingin membeli
semangka yang kualitasnya seperti contoh barang yang dipajang. Si penjual
mengambil semangka sesuai pesanan si bapak tersebut. Semangka yang dibeli tersebut,
di ikat dan digantug di tempat stang (kemudi) sepedanya. Dalam perjalan pulang,
ternyata ada pengendara sepeda motor yang berlawan arah dengan si bapak dalam
keadaan ngebut, hendak melewati sebuah mobil angkot, rupanya mobil yang akan
dilewati juga akan melewati pengendara becak, sehingga mobil bergeser kesebelah
kanan untuk mendahului pengendara becak, dengan kondisi demikian, si pengendara
sepeda motor hilang kendali dan menabrak sibapak yang membawa semangka tersebut.
Si bapak terjatuh dan semangkanya juga terpecah-pecah akibat tubrukan sepeda
motor. Si bapak cepat-cepat berdiri, namun disayangkan semangkanya sudah
berderai. Sibapak melongo dan heran memandang semangka yang dibelinya ternyata
warnanya pucat kekuning-kuningan. Sibapak berpikir, bahwa ia sudah ditipu oleh
si penjual semangka, karena semangka yang dibeli seharusnya isinya berwarna
merah segar. Berhubung jarak jatuhnya si bapak belum terlalu jauh dari tempat sipenjual
semangka, maka dengan hati yang dongkol dan sedikit marah, si bapak menemui si
penjual, dan bertanya mengapa semangka yang dibeli adalah semangka yang warnanya
pucat kuning, sementara yang diminta adalah yang merah segar. Melihat kondisi
semangka yang ditunjukkan si bapak, sipenjual agak heran dan bertanya, mengapa
semangkanya berderai seperti itu, kemudian si bapak menceritakan kejadiannya
kepada si penjual. Saat itu si penjual mendapat hikmat dan berkata pada si
bapak, “ bapak tahu tidak!”, orang aja pucat, kalau tabrakan, apalagi semangka
ini tentulah jadi pucat” mendengar kata-kata itu, sibapak diam terkesima
mendengar jawaban si penjual semangka, dan tidak bertanya lagi.
Saudara
yang kekasih, si bapak tadi ketika mendengar pernyataan si penjual semangka,
membenarkan apa yang disampaikan oleh sipenjual semangka, karena sipenjual
tersebut memiliki hikmat untuk menjawab si bapak. Akan tetapi yang menjadi
pertanyaan apakah hikmat si penjual semangka tersebut adalah hikmat dari Tuhan
Allah, atau dari Dunia. Sipenjual memang lepas dari tuntutan dari si bapak
tersebut karena si bapak tersebut dapat menerima alasan sipenjual.
Saudara
yang kekasih, untuk membedakan hikmat dari Allah dengan hikmat dari dunia ini,
adalah dengan melihat manfaat atau hasil yang muncul dari hikmat tersebut.
Kalau hikmat dari Allah, semua pihak merasa tidak ada yang dirugikan karena mereka
melihat kebenaran menjadi nyata atau terlihat jelas. Sebagaimana yang kita
lihat ketika Salomo berhikmat, bahwa ibu palsu dari sibayi tersebut akhirnya
mengakui juga kesalahannya. Sementara dari illustrasi tadi, sipenjual semangka
tidak mau mengakui kesalahannya, dan si bapak pembeli semangka tersebut, sekalipun
membenarkan sipenjual, sebenarnya dia bingung atas jawaban si penjual semangka.
Saudara-saudara
yang kekasih dalam Yesus Kristus;
Semua
orang yang sudah menerima Yesus Kristus berhak mendapatkan hikmat, karena Allah
memberi hikmat tidak membeda-bedakan status, umur, suku dan ras. Artinya siapa
saja dapat memiliki hikmat dari Allah, selama Tuhan berkenan. Oleh karena itu, Hikmat
juga bisa datang kepada anak-anak sekalipun masih kecil, sehingga persoalan
yang besar dapat terselesaikan. Illustrasi berikut ini mungkin dapat memberikan
pemahaman bagi anda;
Sebuah
keluarga, yang mempunyai seorang anak, dan di dalam keluarga ini, ayah dari suami
ikut bersama-sama dengan keluarga tersebut. Ayah si suami atau mertua si istri,
atau kakek si anak, mengidap penyakit stroke. Sang istri sebenarnya kurang
setuju mertuanya ikut bersama mereka. Karena dalam kehidupan sehari-hari,
kehadiran si kakek menjadi beban berat bagi sang istri, hal ini disebabkan karena
kondisi si kakek yang stroke terkadang mengakibatkan barang pecah belah di
rumah menjadi jatuh tersenggol atau terjatuh dari tangan si kakek. Demikian
juga saat makan pun kadang-kadang piring pecah karena terjatuh dari meja,
termasuk nasi dan lauk pauk sering berjatuhan dan berantakan ditempat dimana si
kakek duduk. Memperhatikan hal tersebut si istri mengusulkan pada suaminya,
agar si kakek kalau makan tidak lagi di meja makan, melainkan dimeja khusus tersendiri
dan posisinya berdekatan dengan kamar mandi, dan untuk menghindari jangan ada
lagi piring dan gelas yang pecah, maka si kakek dibuatkan piring dan cangkir
dari bahan baku kayu. Demikianlah si kakek sejak saat itu, makan harus
menyendiri ditempat yang berdekatan dengan kamar mandi. Setelah peristiwa
tersebut berlangsung beberapa lama, si anak yang masih berusia delapan tahun, ternyata
memperhatikan sikakek jadi semakin menderita, karena tidak pernah lagi
merasakan kebersamaan.
Suatu
saat si anak sengaja berada di depan rumah sampil mengosok-gosok selembar papan
pendek dengan sebuah pisau. Hari pertama orang tua si anak, baik ayah maupun
ibunya, tidak terlalu perduli dengan apa yang dilakukan si anak, mungkin mereka
pikir apa yang dilakukan si anak adalah untuk kegiatan pelajaran ketrampilan di
sekolah. Namun karena si anak melakukan hal yang sama selama berminggu-minggu,
sehingga ibunya bertanya pada si anak, untuk apa papan tersebut digosok-gosok
dengan pisau berhari-hari. Sianak menjawab dengan penuh hikmat, “ Mama, ini
papan saya persiapkan untuk menjadi piring mama nantinya, apabila mama sudah
tua seperti kakek” mendengar jawaban anaknya, sang istri tiba-tiba merasa
seperti terkena strom listrik, aliran darahnya mengalir deras sampai ke ubun-ubun
dan jantungnya berdebar, dan dalam benaknya langsung membayangkan dirinya dalam keadaan tua renta dan peyot, sedang
makan di samping kamar mandi, sebagaimana biasanya dia menyaksikan mertuanya sehari-hari.
Setelah
itu, sang ibu menangis sambil memeluk anaknya, dan selanjutnya mencari ayah
mertuanya untuk bersujud dan minta maaf.
Saudara
yang kekasih, hikmat dari Allah dapat menghasilkan pertobatan dan memberikan damai yang penuh
belas kasihan, sebagaimana yang tertulis dalam Yakobus 3, 17. “Tetapi hikmat
yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah,
penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak
munafik”
Saudara-saudara
yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Hikmat juga
dapat memberikan perasaan seseorang untuk memaklumi suatu keadaan menjadi suatu
kebenaran, sekalipun dalam kenyataannya, keadaan tersebut belum sesuai
sebagaimana yang diharapkan. Illustrasi berikut ini mungkin dapat memberikan
pemahaman anda tentang hal ini;
Di
Pulau Papua, tepatnya di Papua Barat, ada sebuah keluarga Kristiani, tinggal
disebuah Desa yang belum memiliki fasilitas listrik (belum terjangkau PLN),
seorang anak yang masih sekolah menyampaikan maksudnya kepada Bapaknya dengan
diawali pertanyaan, “bapak?” “Tuhan itu baik toh”, “Tuhan itu maha pengasih kan
bapa?”, dan “Tuhan itu sanggup memberi apa yang kita butuhkan?”. Kalimat seperti
itu sudah terbiasa di ajarkan kepada si anak, ketika si anak di sekolah minggu.
Si Bapak mendengar pertanyaan anaknya, dengan perasaan syukur, karena anaknya
sudah dapat memahami arti kebaikan Tuhan, kemudian si bapak menjawab “o, iya” “Tuhan
itu sungguh amat baik anakku”. Kemudian si anak berbicara lagi sama bapaknya.
Kalau begitu bapak, mari kita berdoa minta kepada Tuhan agar matahari menjadi
dua, supaya saya dapat belajar juga pada waktu malam. Si bapak berfikir
sejenak, karena permintaan anaknya sangat sulit dijawab, si bapak memaklumi
bahwa anaknya belum mengerti batasan-batasan meminta atau memohon pada Tuhan. Kemudian
dengan hikmat si bapak menjawab, “anakku, coba lihat badan kita ini, dengan
satu matahari saja, kulit kita ini sudah sedemikian hitamnya, bagaimana nanti
kalau sampai matahari jadi dua, bisa-bisa kulit kita ini lebih hitam dan
kelihatannya seperti hangus”, “sudalah kita terima aja matahari cukup satu ya
nak?”, kalau masalah belajar, nanti bapak belikan lampu yang lebih terang.
Hikmat
yang ada pada bapak si anak tersebut, membuat si anak dapat memahami dan
memaklumi tentang keberadaan atau situasi yang terjadi, sekalipun si anak belum
mendapatkan apa yang dia inginkan.
Saudara yang kekasih dalam Yesus Kristus,
Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, sering kali kalau
hikmat jika sudah diperhadapkan dengan kepentingan materi atau uang, hikmat tersebut
menjadi sirna, maksudnya, kalau hikmat yang ada pada kita ketika diadu dengan
kepentingan materi, kita selalu memprioritaskan kepentingan materi dibanding
dengan yang lainnya. Saking hebatnya pengaruh kepentingan materi tersebut,
sampai muncul anekdot yang mengatakan bahwa uang/materi yang mengatur negara
ini dalam bahasa Batak disebut “hepeng do mangatur negara on”. Sering kita
kehilangan investasi kebahagiaan di dalam kehidupan keluarga kita karena lebih
memikirkan kepentingan materi. Illustrasi ini mungkin dapat memberikan inspirasi atau pemahaman pada anda;
Seorang ayah baru pulang dari kantornya dengan sepeda
motor sambil membawa laptop. Saat dia sampai dirumah, disambut oleh anak
sulungnya yang masih berumur 3 tahun. Si ayah meletakkan laptopnya di teras
rumah, seraya memarkirkan sepeda motornya ke garasi. Anaknya yang masih berumur
3 tahun tersebut, bermaksud membantu ayahnya untuk menyimpankan laptop bapaknya
ke meja dimana biasanya bapaknya meletakkan laptop tersebut. Begitu si ayah
melihat anaknya memegang laptopnya, secara tiba-tiba si ayah marah luar biasa
sama si anak, melarang anaknya memegang laptopnya karena takut jatuh dari
tangan si anak. Si ayah berpikir kalau laptopnya terjatuh, akan keluar uang yang
cukup besar untuk memperbaiki atau mengganti laptop tersebut yang saat itu
harga laptop memang cukup mahal. Mendengar si ayah marah sambil berteriak, si
anak ketakutan luar biasa. Gara-gara peristiwa itu, si anak selalu takut
menolong siapapun, dan akibat trauma ketakutan tersebut, si anak menjadi anak
yang introvert dan selalu menyalahkan diri sendiri dalam situasi apapun dalam
perjalanan hidupnya. Si ayah kehilangan investasi kebahagiaan, karena si anak selalu
tidak berani tampil dan selalu mengurung diri pada siapapun, termasuk pada
ayahnya tidak berani lagi bertanya atau meminta apapun yang diinginkannya.
Saudara yang kekasih, Tuhan Yesus yang adalah Fiman, yang
diutus oleh Tuhan Allah untuk kita, menjadi hikmat bagi kita. dan hikmat itu kita memiliki, bukan karena kehebatan ilmu
pengetahuan kita dari sekolah yang cukup tinggi, atau karena kita memiliki
materi yang cukup banyak di dunia ini, melainkan karena Tuhan Allah mengasihi
kita.
Dalam bermasyakat, dan menjaga hubungan dengan sesama, apapun
posisi kita, seperti apapun keberadaan atau eksistensi kita, kita harus ingat
bahwa kita sudah diberi hak untuk menerima hikmat dari Tuhan Allah untuk dapat
berperan aktif dalam masyarakat atau lingkungan kita.
Rasul
Paulus menyampaikan bahwa dalam menjalin hubungan dengan sesama, hubungan dalam
lingkungan masyarakat, kita harus dikuasai oleh kekuatan kasih karunia Allah,
sehingga kita melaksanakan dengan ketulusan dan kemurnian melalui hikmat Allah,
bukan hikmat duniawi (II Korintus 1, 12)
Saudara
yang terkasih,
Yesus
Kristus yang adalah firman, menjadi hikmat bagi kita, sehingga kita yang sudah
menerima kristus Yesus, juga memiliki kemampuan membedakan himat dunia
dengan hikmat Allah, dan juga memiliki kemampuan
melawan hikmat dunia ini. Firman Tuhan sebagaimana tertulis dalah Alkitab,
menjadi pedoman hidup kita, seperti tertulis dalam II Timoteus 3, 15 yang
menyatakan “ Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau
sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun
engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus “
Firman Allah harus tetap menjadi pegangan
hidup kita, yang merupakan hikmat bagi kita untuk menuntun kita kepada
keselamatan, sebab kita sudah dibenarkan Allah karena iman kita dalam Yesus
Kristus, dan kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah, oleh karena Tuhan
kita Yesus Kristus (Roma 5,1)
Sebagai orang yang berhikmat, mari kita tingkatkan
pelayanan kita di Dunia ini, demi kemuliaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Bapa Sorgawi. Amin.
Pekanbaru, Medio Maret 2014
Ir. Roland Hutajulu
Minggu, 07 Oktober 2012
QUO VADIS PERUSAHAAN PENCEMAR DANAU TOBA
QUO VADIS PERUSAHAAN PENCEMAR
DANAU TOBA, HARUSKAH DITUTUP ?
OLEH Ir. ROLAND HUTAJULU
Cukup membanggakan perhatian tokoh masyarakat, pejabat dan politikus
tentang eksistensi Danau Toba saat ini, terutama berkaitan dengan pencemaran
yang terjadi di danau Toba. Hanya saja sangat disayangkan bahwa
pernyataan-pernyataan yang disampaikan belum mengarah kepada solusi pemecahan
persoalan yang sedang terjadi. Tapi lebih cenderung hanya menyalahkan saja, baik itu kepada pemerintah, perusahaan dan masyarakat tertentu.
Khusus bagi perusahaan yang dianggap sebagai penyumbang pencemaran danau Toba, selalu diminta untuk segera ditutup.
Salah satu perusahaan yang dianggap penyumbang pencemaran danau Toba
adalah Perusahaan Peternakan PT ALLEGRINDO NUSANTARA (PT AN), yaitu dengan membuang
limbah kotoran ternak baik yang padat maupun cair secara langsung ke danau Toba, sehingga Perusahaan ini
perlu segera ditutup untuk mencegah pencemaran di danau Toba.
Dari berbagai sumber termasuk dunia maya atau internet. Dari informasi yang saya temukan ternyata PT AN terletak di Kelurahan
Tiga Runggu Kecamatan Purba
telah membuang limbah cair ke
danau Toba selama 16 tahun ini sebesar 1.200 m3 per hari dikali 365
hari dikali 16 tahun yaitu 7.008.000 m3. Dan limbah padat sebesar
60.000 kg per hari dikali 365 hari dikali 16 tahun sama dengan 350.400.000 kg.
Saya tertarik dengan permasalahan ini, mengapa sebegitu kejamnya
perusahaan tersebut membuang limbah kotoran ternak langsung ke danau Toba,
sementara kotoran ternak tersebut baik cair maupun padat sangat dibutuhkan oleh
para petani untuk menjadi pupuk organik. Perlu diketahui, bahwa sepanjang perjalanan
dari Kaban Jahe sampai ke Simarjarunjung (± 90 Km) adalah lahan pertanian dengan
komoditi sayur-sayuran, kopi dan jeruk yang membutuhkan ribuan ton pupuk
organik per bulan.
Tidak jauh dari lokasi PT AN, Japolin Purba pemilik warung kopi
berkesempatan berbincang-bincang dengan penulis. Sebagai Ketua RT 20 Desa SAHALA
Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba. Japolin dan Jatin
menjelaskan bahwa dulu perusahaan memberikan
bantuan kepada masyarakat seperti rehabilitasi gereja Katolik,
gereja HKBP dan gereja GKPS. Membangun MCK, sarana air bersih, rehabilitasi
puskesmas, sekolah dan membangun jalan kampung, bantuan perlengkapan pertanian,
membangun jaringan semua listrik sampai keperkampungan, membangun listrik
genset jika PLN bermasalah, perbaikan jembatan, discount khusus untuk pembelian
babi untuk pesta adat dan kemalangan, bantuan obat-obatan dan penyuluhan
pertanian, rehabilitasi Kantor Camat Purba, Kantor Polsek Purba dan sekolah,
bea siswa untuk siswa yang berprestasi mulai dari SD,SMP,SMA.
Tentang limbah
berupa kotoran ternak baik berupa limbah padat (feses) maupun limbah cair
(urine), Pak Jatin dan pak Japolin menyampaikan, “Perusahaan memang sudah
melakukan pengolahan limbah dan limbah padat dijadikan kompos, kami masyarakat sebenarnya
lebih suka dengan kotoran ternak yang masih mentah”, kemudian disampaikan lagi
bahwa limbah cair (urine) yang sudah ditampung beberapa hari di kolam, sangat baik
sebagai pupuk daun. “sebenarnya hal ini sudah sering kami sampaikan pada
perusahaan” kata pak Jatin. “baru-baru ini ada PANJA di DPRD Kabupaten
Simalungun, yang menghasilkan beberapa kesepakatan berupa
bantuan perusahaan, namun
kesepakatan tersebut tidak termasuk Desa SAHALA, akan tetapi hanya untuk masyarakat
Desa Urung Panei I dan Urung Panei II, sementara kami yang juga berdekatan dengan perusahaan tidak
dilibatkan” seru pak Jatin kembali. Menyangkut apakah ada dalam kesepakatan
tersebut yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah atau kotoran ternak, Jatin
menjawab bahwa dalam kesepakatan tersebut, berkaitan dengan limbah padat, adalah
berupa KOMPOS yang diberikan gratis kepada masyarakat Urung Panei I, Urung
Panei II dan Simpang Naga Panei sebanyak 10 truk colt diessel untuk setiap RT
setiap minggu. “Berarti untuk Desa SAHALA tidak kebagian kompos
dong” ujar saya kepada mereka,
“makanya kami protes kepada Camat Purba, mengapa kami tidak dilibatkan” jawab
pak Jatin kembali. “sebenarnya terkait dengan persoalan limbah terutama kotoran ternak,
kalau PIMPINAN PERUSAHAAN mau duduk bersama dengan MASYARAKAT, tidak akan ada
masalah” kata pak Jatin kembali yang juga di amini oleh pak Japolin. “dulu
perusahaan banyak memperhatikan masyarakat setempat, akan tetapi setelah ada
perubahan manajemen, maka kepedulian perusahaan menjadi berkurang banyak” sahut
pak Japolin. Adanya pemberian kompos kepada masyarakat yang tidak merata,
menjadi persoalan yang cukup serius, sehingga bagi masyarakat yang tidak
kebagian kompos, mencari celah untuk menekan perusahaan,
kata pak Jatin lagi.
Jika diasumsikan
Peternakan tersebut akan menghasilkan limbah padat sebanyak 60.000 kg per hari. Dengan mengandaikan
kotoran (feses) mentah dikumpul langsung kedalam karung, maka untuk 60.000 kg limbah
tersebut diperkirakan membutuhkan 60 HOK/hari atau sekitar Rp. 100.000.000,- per bulan.
Kemudian untuk penanganan limbah cair sebesar 1.200 m3 per hari,
dari proses pengolahan di kolam sampai didistribusikan ke masyarakat dengan
menggunakan mobil Tanki diasumsikan membutuhkan biaya sebesar Rp. 120.000.000,- per bulan, maka total pengeluaran perusahaan untuk
menangani limbah (FESES dan URINE) adalah
Rp. 220.000.000,-
per bulan.
Dengan biaya
tersebut, perusahaan
saya perkirakan
masih mendapatkan kontribusi margin yang cukup untuk setiap bulannya. Dan limbah
Peternakan tersebut dapat semuanya digunakan masyarakat menjadi pupuk organik. Dengan demikian dapat dicegah pencemaran limbah Peternakan PT AN ke danau Toba.
Jika memang
masyarakat lebih membutuhkan limbah padat (feses) mentah, yang selanjutnya
diolah sendiri oleh masyarakat menjadi pupuk organik, maka PT AN sebenarnya tidak perlu mengolah limbah
(kotoran) ternak dengan biaya besar.
PT AN harus menata kembali pogram bantuan sosial kepada masyarakat sebagaimana pernah dilakukan
sebelumnya, dengan menyisihkan sedikitnya sebesar 5% dari
Laba Perusahaan. Agar program bantuan sosial tersebut
menjadi tepat guna dan tepat sasaran, PT AN harus melibatkan masyarakat dan PEMDA setempat untuk
ikut dalam perencanaan.
Issu yang berkembang tentang PT AN yang membuang limbah langsung ke
danau Toba, lebih banyak disebabkan karena distribusi
pemberian kompos yang tidak diatur sedemikian rupa, sehingga ada yang kebagian
ada yang tidak, demikian juga bantuan sosial kepada masyarakat yang tidak
merata.
Apabila penanganan
limbah dapat diatasi dengan baik, melalui kerja sama dengan masyarakat, maka PT AN masih perlu dipertahankan, mengingat
peranan PT AN kepada masyarakat setempat, khususnya berkaitan
suplai ternak babi untuk acara adat (pesta), sangat diharapkan.
TULISAN INI TELAH
DIMUAT DI HARIAN SINAR INDONESIA BARU TGL 5 OKTOBER 2012
Senin, 10 September 2012
HKBP MENYONGSONG PENINGKATAN PELAYANAN
HKBP MENYONGSONG ERA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN
Oleh : Ir. Roland Hutajulu
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) adalah lembaga
gereja Protestan terbesar di Asia Tenggara. HKBP dalam kapasitas sebuah lembaga
gereja yang jemaatnya didominasi suku BATAK, semakin lama semakin berkembang,
hal ini dilihat dari jumlah jemaat (huria) yang semakin lama semakin meningkat.
Namun bila dilihat dari sudut pandang rasio antara jumlah masyarakat suku Batak
dibandingkan dengan jumlah anggota jemaat HKBP, dewasa ini terjadi penurunan
rasio, artinya masyarakat batak yang bukan HKBP semakin jauh meningkat. Tentu
hal ini perlu menjadi perhatian bagi Majelis atau para pelayan HKBP, apakah perubahan
yang cukup signifikan tersebut diakibatkan dinamika masyarakat yang secara
normatif memang sudah seharusnya demikian, atau memang ada kelemahan-kelemahan
mendasar yang harus diperhatikan dan perlu segera ditindaklajuti oleh HKBP
melalui perubahan dan perbaikan-perbaikan pelayanan di jemaat HKBP.
Kemajuan teknologi dan informasi, dewasa ini sudah begitu cepat dan
berkembang dengan pesat, sehingga kebuhutuhan rohani jemaat seperti khotbah (Firman
Tuhan) dari berbagai media dapat diakses dengan mudah, terlepas sumbernya dari
denominasi atau aliran (sekte) yang berbeda. Dinamika seperti ini perlu
disikapi HKBP agar jangan ketinggalan metode dan teknologi. Acara kebaktian setiap
minggu sudah waktunya dikemas sedemikian rupa agar singkat dan padat, terutama yang
di perkotaan. Kaum remaja dan generasi muda cenderung menginginkan acara yang
praktis tapi bermakna dan tidak bertele-tele, sehingga acara liturgis yang
dibarengi dengan Koor yang terlalu banyak nampaknya bukan lagi pendorong atau
motivasi untuk mengikuti ibadah minggu di HKBP. Untuk waktu ke depan HKBP sudah
perlu memikirkan Stratifikasi Pelayanan Ibadah Minggu, dikaitkan dengan
perkembangan psikologis, intelektual, dan wawasan jemaat.
KEUANGAN DAN INFORMASI
Dengan arus informasi serta teknologi media yang semakin maju, maka
setiap issu baik yang positif maupun yang negatif dapat menyebar dengan cepat diantara
jemaat atau masyarakat lainnya, oleh karena itu Parhalado harus dapat
memanfaatkan ini sebagai peluang untuk peningkatan mutu pelayanan kepada
jemaat. Umumnya arus informasi yang terjadi antara jemaat dengan pengurus
gereja (parhalado) adalah melalui ting-ting atau warta jemaat, yang dapat
dikatakan cukup terbatas. Khusus yang berkaitan dengan laporan keuangan jemaat (huria) perlu adanya perbaikan. Sifat
masyarakat (warga gereja) dewasa ini sudah semakin kritis dan semakin sensitif,
terutama jika berkaitan dengan masalah keuangan. Sebagian besar jemaat saat ini
berharap agar laporan keuangan tidak hanya menyampaikan uang yang masuk saja setiap
minggunya, namun harus juga mencantumkan uang yang keluar lengkap dengan
rinciannya. Untuk jemaat atau huria di perkotaan penyampaian laporan keuangan
seperti ini tidak begitu sulit, karena laporan keuangan mingguan tersebut dapat
disajikan lewat jaringan internet atau dengan membuka Web site atau Blogspot
gereja (huria) tersebut, namun di pedesaan atau di bona pasogit nampaknya
penyampaian laporan keuangan seperti ini, cukup sulit.
Pimpinan HKBP dapat mengambil langkah atau sikap tentang
keterbukaan laporan keuangan ini, dengan menentukan bentuk laporan keuangan gereja
untuk konsumsi umum, yang sudah mengikuti standar keuangan yang berlaku saat
ini. Hal seperti ini perlu dimulai dari keterbukaan laporan keuangan ditingkat
pusat (pimpinan), yang selanjutnya pada jemaat di bawahnya akan dapat mengikutinya
dengan baik.
Selain informasi keuangan yang semakin terbuka, demikian juga halnya
dengan informasi kegiatan atau aktivitas yang sudah diprogramkan, bahkan yang
akan di programkan, seharusnya semakin terbuka melalui penyampaikan informasi
yang cepat dan tepat. Dengan melibatkan anggota jemaat untuk berpartisipasi
aktif dan positif dalam setiap aktivitas gereja melalui jaringan informasi yang
semakin canggih (seperti minta saran dan pendapat jemaat), dapat menjadikan
mutu pelayanan semakin meningkat.
BADAN PERTIMBANGAN PENDETA
Dalam tata gereja HKBP tahun 1930, kelembagaan jemaat HKBP menganut
sistem Presbiterial Sinodal. Saat itu anggota jemaat diangkat menjadi pengurus
gereja di bidang administrasi dan keuangan jemaat yang dikenal dengan
“kasbestuur”, sedangkan pendeta, guru jemaat dan penatua mengurusi masalah
kerohanian yang dikenal dengan “kerkeraad”. Nampaknya dalam era globalisasi dan
era informasi sekarang ini sistim presbiterial sinodal tersebut, perlu dipertimbangkan
kembali, yang tentunya melalui modifikasi yang akan disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Peran
serta anggota jemaat sebagai pengambil keputusan atau setidak-tidaknya sebagai
pemberi pertimbangan/rekomendasi perlu diberdayakan.
Memperhatikan keanekaragaman eksistensi jemaat (ruas) HKBP yang cukup tinggi
terutama di perkotaan perlu adanya perhatian khusus pimpinan HKBP untuk membuat
klasifikasi mutu pelayanan di lingkup jemaat HKBP. Artinya untuk jemaat yang tingkat
ekonomi, wawasan dan intelektualnya cukup tinggi perlu penempatan pendeta yang memiliki
kualitas pelayanan yang cukup handal, sehingga antara anggota jemaat, penatua
dan pendeta, ada kesimbangan dan keselarasan wawasan. Kemampuan pendekatan
psikologi, komunikasi dan budaya dari setiap
pendeta yang ditugaskan kepada setiap jemaat harus menjadi pertimbangan bagi
pimpinan HKBP untuk menempatkan seorang pendeta ke suatu Jemaat (Huria).
Sistim episkopal yang dianut HKBP saat ini, yaitu segala keputusan
termasuk penempatan pendeta yang selalu berkiblat pada kewenangan ephorus semata,
sudah bukan waktunya lagi dipertahankan. Sekalipun ephorus telah melibatkan
Sekjend, dan pimpinan departemen dalam penempatan pendeta, namun unsur pimpinan
tersebut, nampaknya tidak mampu lagi mengakses perkembangan keberadaan jemaat
(huria) secara menyeluruh, yang akan menjadi dasar pertimbangan atau tolak ukur
untuk menempatkan seorang pendeta di suatu jemaat (Huria).
Untuk mengantisipasi hal ini dalam
rangka peningkatan mutu pelayanan HKBP, maka sudah waktunya HKBP memiliki THINK
THANK sejenis BADAN PERTIMBANGAN PENDETA (BPP) yang merupakan badan independen
yang terdiri dari Psikolog, Budayawan dan Ahli Teologia (Unsur Pendeta). Badan
ini harus mempunyai kemampuan untuk mengakses setiap jemaat (huria). Kemudian
badan ini juga memiliki akses untuk mengevaluasi dan melakukan penilaian pada
setiap pendeta, sehingga badan ini dapat menentukan para pendeta yang tepat, yang
akan ditempatkan di masing-masing jemaat (huria). Badan inilah yang memberikan
rekomendasi kepada ephorus dalam hal penempatan seorang pendeta ke suatu jemaat
(huria). BPP ini harus dapat berjalan secara berkesinambungan, dan tidak
dipengaruhi oleh pergantian Pucuk Pimpinan HKBP (Ephorus), oleh karena itu anggota
BPP ini sebaiknya dipilih oleh Rapat Sinode, sehingga independensinya dapat
berjalan dengan baik. Anggota BPP yang
sudah terpilih oleh Sinode adalah merupakan BPP tingkat pusat, yang kemudian akan
membentuk BPP di tingkat Distrik. Anggotanya dipilih dari Jemaat (ruas) di
Distrik bersangkutan.
Saya yakin para pendeta akan selalu berusaha untuk meningkatkan mutu
pelayanannya melalui sistim ini. Dengan adanya sistim ini, diharapkan tidak
akan ada lagi kelompok-kelompok pendeta yang muncul pada setiap periode
pemilihan ephorus. Dan kata-kata yang kurang enak didengar oleh telinga seperti
kata “dang hita i”, setelah terpilih
ephorus, tidak ada lagi. Disamping itu jemaat (ruas) pun akan bertindak
independen dan legowo untuk menerima pendeta yang ditempatkan di gerejanya,
karena pelayan yang diutus kepada jemaat mereka adalah pelayan yang sudah
melalui hasil kajian dan pertimbangan yang tepat, sehingga tidak ada lagi kita
mendengar perpecahan anggota jemaat, hanya karena dukung dan tidak mendukung
pendeta yang melayani mereka.
Harapan Rasul Paulus kepada HKBP sebagaimana tertulis dalam
Efesus 4 ayat 11 – 13 yang menyatakan “ Dan
Ialah (Yesus Kristus) yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan
yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang
sesuai dengan kepenuhan Kristus” akan dapat terwujud.
SELAMAT BERSINODE, semoga Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja
memberikan damai sejahtera bagi para peserta sinode, demi kemajuan HKBP ke
depan.
TULISAN INI TELAH DIMUAT DI HARIAN SINAR INDONESIA BARU Tanggal 11 September 2012
TULISAN INI TELAH DIMUAT DI HARIAN SINAR INDONESIA BARU Tanggal 11 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
